We are simple, but no simple impact. Proudly Presents, PBI C 2012. Happy Reading!

Course: Writing and Composition 4

Instructor : Lala Bumela

This website created by : College student from The State Institute of Islamic Studies Syekh Nurjati Cirebon, The Dapartment of English Education 2012.


widgets

Jumat, 23 Mei 2014

Meninjau Kembali Argumentative Essay ( class review 12)




                Class review lagi nih …
                Ternyata saya telah salah menduga bahwa class review yang kemarin saya tulis itu merupakan class review yang terakhir. Tapi itu bukan masalah lagi, karena yang terpenting saat ini adalah bagaimana saya dapat merampungkan argumentative essay sekaligus class reiew di malam yang sama. Mungkin jika saya memiliki power untuk dapat mengontrol waktu seperti Tao, hal itu akan terasa lebih mudah. Ah, tba-tiba saya teringat akan pertanyaan yang dilontarkan Mr.Lala siang tadi. Beliau bertanya mengapa manusia selalu beranggapan bahwa 24 jam itu kurang. Padahal, pergerakan setap detik jarum jam itu selalu constant. Jawabannya bukan pada bagaimana kita melihat atau mengamati pergerakan waktu tersebut, tapi apa yang kita dapat dari selang waktu tersebut.
                Dalam minggu terakhir ini, terasa sekali atmosfer yang begitu beratcuntuk menulis. Banyaknya sumber yang didapat mash memungkinkan dilema untuk menuls argumentative essay. Bukan hanya itu saja, focus yang tersedia tinggallah seonggok energy penghabisan yang sebelumnya telah digunakan terlalu keras. Sehingga, babak terakhir in merupakan penentuan dari upaya yang telah dikerahkan sebelumnya.
                Langsung saja mengenai pembahasan pada class review ini tentu tidak jauh-jauh dengan class review sebelumnya. Dapat dikatakan bahwa class review ini merupakan lanjutan daripada class review kemarin. Dalam pertemuan ini, pembahasan yang dibahas yakni a procces view of writing. Dalam proses tersebutkita akan melihat tulisan itu sebagai:
1.       Problem solving
·         Invention strategies
·         Extensive planning
Dalam menulis, kita harus bisa memberikan solusi atau penyelesaian masalah dari issue yang kita angkat dalam tulisan tersebut. Diantaranya harus ada invention strategies dan extensive planning.
2.       Generative
a.       Discover
b.      Explore
= ideas.
Dalam menulis, kita itu sedang melakukan discoverdan juga explore dalam kegiatan tersebut. Kemudian dari kedua proses tersebut maka terbentuklah ideas.
3.       Recursive => Constant review focused.
Di sini kita constant review focused maksudnya kita mereview focus-fokusnya secara constant. Kemudian dari hal tersebut kita dapat melihat hasil daripada proses yang constant tersebut.
4.       Collaborative => Focused feed back
Ada sebuah interaksi timbale balik dalam menulis ini.
5.       Developmental => Improvement
Dari proses-proses melelahkan dalam writing, pasti yang dilihat adalah hasilnya kemajuan seseorang itu dalam proses menulis itu sendiri.
                Kembali ke argumentative essay, ada beberapa yang saya revisi di pertemuan kali ini. Terutama pada bagian penulisan argumentative essay. Namun, pada beberapa aspek, saya kurang begitu memahami susunan atau struktur penempatan aspek dalam argumentative essay ini. Yang saya garis bawahi atau catat dalam perevisian argumentative essay yaitu diantaranya:
ð  Keefektifan sentences. Dalam aspek ini, sebuah kalimat haruslah mencakup berbagai aspek dalam ideyang diutarakan.
ð  Letak papua. Letak papua disini lebih baik diungkapkan secara strategis. Maksudnya yakni letak keberadaannya yaitu dimana, tidak perlu detil disebutkan gris lintang, bujur, dan semacamnya.
ð  Penulisan sub judul haruslah berada di pinggir dan tidak boleh di tengah.
ð  Berhati-hatilah dalam mengungkapkan klaim.
ð  History itu dinamis, maka kita dapat kembali ke masa lalu dank au dapat menghasilkan sesuatu dari situ.
ð  Argument tercetak seharusnya di introduction.
ð  Munculkan essensial dari suatu periode.
ð  Penjelasan tentang apa yang akan ditulis dalam argumentative essay itu adanya di introduction.
ð  Mencari expresi yang tepat dalam penulisan argumentative essay.
Selain itu, yang tidak kalah penting dalam pengungkapan atau penulisan argumentative essay adalah historical pauses. Historical pauses ini terisi tentang kejadian-kejadian dalam oeriode waktu tertentu sebagai langkah menuju kemerdekaan di Papua serta kejadian-kejadian apa saja yang ada di dalamnya. Hal itu yang harusnya diungkapkan dalam argumentative essay ini. Kemudian dalam penulisan argumentative essay sendiri, kita harus terlebih dulu menjadi pembaca yang baik. Seperti apa yang dikatakan Lehtonen bahwa tulisan yang baik itu embrionya selalu pada pembaca yang baik.
Dalam subjek ini, sebetulnya lebih cocok dikaji oleh para sejarawan atau kawan-kawannya. Namun, disini dianggap sebagai proses Literasi. Hanya saja subjeknya yang memang  bersifat sejarah. Namun, sebetulnya itu baik untuk perluasan wawasan. Kita dapat memandang Literacy as a skill.
Demikian class review kedua belas yang saya tulis diwaktu deadline ini. Kesimpulan dari class review ini yakni dalam penulisan argumentative essay, kita harus benar-benar matang dalam penulisannya. Diperlkan waktuyang lama untuk menulis argumentative essay ini. Kita tidak bisa mengerjakannya dalam waktu semalam saja. Itu akan membunuh dirimu sendiri. Pengumpulan data dan penyusunannya kembali harus benar-benar diperhatikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

a space for comment and critic