We are simple, but no simple impact. Proudly Presents, PBI C 2012. Happy Reading!

Course: Writing and Composition 4

Instructor : Lala Bumela

This website created by : College student from The State Institute of Islamic Studies Syekh Nurjati Cirebon, The Dapartment of English Education 2012.


widgets

Senin, 03 Maret 2014

MEMBACA JELAJAH BUKU, MENULIS MERUBAH DUNIA


CRITICAL REVIEW

Sebuah artikel yang berjudul “Speaking Truth to Power with Books” yang ditulis oleh Howard Zinn adalah sebuah artikel yang membahas bahwa menulis merupakan suatu kegiatan yang dapat merubah dunia. Dengan sebuah tulisan, kita dapat merubah pemikiran masyarakat. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan, barang siapa yang gemar membaca buku maka dia pun akan mendapatkan pengetahuan yang luas tentang suatu ilmu pengetahuan tersebut. Tujuan dari artikel tersebut adalah jika dengan menulis dan banyak membaca berbagai buku, seorang individu akan mampu  menjadikan buku sebagai akses untuk mengubah hidup seseorang dengan mengubah kesadaran individu tersebut. Kesadaran masyarakat akan menulis dan membaca buku itu akan memiliki efek pada perubahan dunia.
Tulisan yang baik itu seperti okestra. Tiap tanda baca memainkan nada dan ritme. Tiap kata disusun seperti nada yang saling melengkapi. Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai (Tarigan, 1986:15). Menurut Djago Tarigan menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009:5). Menurut Heaton dalam St. Y. Slamet (2008:141) menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks. M. Atar Semi (2007:14) dalam bukunya mengungkapkan pengertian menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. Burhan Nurgiantoro (1988: 273) menyatakan bahwa menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa. Berdasarkan pendapat tersebut, dapat dipahami bahwa menulis merupakan kegiatan berupa penuangan ide/gagasan dalam bentuk tulisan sehingga dapat dibaca dan dipahami oleh si pembaca. Dengan menulis, seseorang dapat mengabadikan pengetahuannya melalui sebuah tulisan.
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman. Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah dua cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor. Membaca adalah modal menulis, seperti dikatakan Pater Bolsius (dosen Belanda), “If you don’t read, you don’t write” (Jika engkau tidak [punya kebiasaan] membaca, engkau tidak bisa menulis). Seorang penyair Inggris juga pernah berujar, “One learns to write by reading good books, as one learns to talk by hearing good talkers”. (Seorang belajar menulis dengan membaca buku-buku yang baik, seperti halnya dia belajar bicara dengan mendengarkan pembicara yang baik). . Prof. Robert Pinckert (Guru Besar PT di AS) mengatakan, “Writing is thinking. If you can’t think you can’t write. Learning to write is learning to think”. (Menulis adalah berpikir. Kalau Anda tidak berpikir, Anda tidak bisa menulis. Belajar menulis berarti belajar berpikir).
Dibandingkan berbicara, menyimak, maupun membaca, menulis memang memiliki kelebihan tersendiri. Dengan menulis, seseorang dapat mengungkapkan sesuatu yang tak terucapkan, mencerminkan kedalaman pikiran, dapat dibaca berulang-ulang, mudah diduplikasi, berdaya sebar tinggi, dan abadi melampui zaman. Melihat hal-hal yang bisa dilakukan dengan menulis, seorang penulis dapat meraih manfaat dalam kegiatan menulis ini, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
1.      Melatih kemampuan berpikir. Otak ibarat sebuah pedang, semakin diasah akan semakin tajam. Kebalikannya jika tidak diasah, juga akan tumpul. Apakah alat yang efektif untuk mengasah otak? jawabannya adalah membaca. Menurut Astri Novia (2010) pilihlah satu jenis buku yang Anda sukai, apakah literature klasik, fiksi ilmiah, atau buku pengembangan diri. Dengan cara ini otak akan bertambah kuat. Bacalah buku sebanyak mungkin. Menurut para ahli, keuntungan dari membaca buku dapat memberikan dampak yang menyenangkan bagi otak kita. Membaca juga membantu meningkatkan keahlian kognitif dan meningkatkan perbendaharaan kosakata.
2.      Meningkatkan Pemahaman. Contoh nyata dari manfaat ini banyak dirasakan oleh siswa maupun mahasiswa. Di mana membaca dapat meningkatkan pemahaman dan memori, yang semula tidak mereka mengerti menjadi lebih jelas setalah membaca. Logika sederhana saja, tidak mungkin siswa atau mahasiswa memahami materi pelajaran/kuliah kalau mereka tidak membaca. Dari sini jelas bahwa membaca sangat berperan dalam membantu seseorang untuk meningkatkan pemahamannya terhadap suatu bahan/materi yang dipelajari.
3.      Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Manfaat yang satu ini mungkin sudah sering kita dengar semenjak kita masih kecil. Kita pasti ingat berapa kali guru-guru kita mengingatkan bahwa membaca adalah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia. Dengan memiliki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan, kita akan lebih percaya diri dalam menatap dunia. Mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan dan tetap bisa servive dalam menghadapi gejolak zaman.
4.      Mengasah kemampuan menulis Selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, memebaca juga bisa mengasah kemampuan menulis Anda. Selain karena wawasan Anda untuk bahan menulis semakin luas, Anda juga bisa mempelajari gaya-gaya menulis orang lain dengan membaca tulisannya. Lewat membaca Anda bisa mendapatkan kekayaan ide yang melimpah untuk menulis.
5.      Mendukung kemampuan berbicara di depan umum. Membaca adalah aktivitas yang akan membuka cakrawala dan pengatahuan anda terhadap dunia. Terbatasnya jangkauan diri kita terhadap peristiwa-peristiwa di dunia, hanya bisa dijangkau dengan membaca. Selain mendapatkan informasi tentang berbagai peristiwa, membaca juga mampu meningkatkan pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal, karena membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
6.      Meningkatkan Konsentrasi. Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Karena fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.
7.      Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer. Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.
8.      Sarana Refleksi dan Pengembangan Diri. Kita dapat mengetahui pemikiran seorang pengusaha atau seorang trainer tanpa kita harus menjadi pengusaha atau trainer. Artinya kita bisa mempelajari bagaimana cara orang lain dalam mengembangkan diri. Ini penting bagi kita sebagai bahan pertimbangan atau pembanding sebelum kita melakukan suatu hal.
Buku adalah jendela dunia, membaca adalah kuncinya. Kita hanya bisa membuka jendela dunia dengan membukanya, yakni lewat aktivitas membaca. Membaca akan menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman melebihi usia kita. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi, maka menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Kita bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini kita kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang kita miliki sebelumnya. Kita harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Untuk dapat mengembangkan pengetahuan kita, tentunya kita harus membaca banyak sumber buku. Dengan begitu pengetahuan kita akan semakin bertambah luas.
Menjadi penulis yang sukses dan mampu menghasilkan tulisan yang bagus akan bisa mengubah dunia. Dan menjadi penulis bukan masalah bakat, karena sesungguhnya setiap manusia bisa menulis karena asa berpikir dituangkan dalam tulisan. Menurut Sirikit, menulis adalah medium aktualisasi diri, ekspresi, persuasi, dakwah, membangun opini publik. Menulis itu menyembuhkan dan membebaskan hati dan pikiran seseorang. Menulis adalah sarana kebebasan, bebas untuk melepaskan segala yang tertahan di benak, bebas mengekspresikan apa yang kita pikirkan dan rasakan, dan semua itu bisa dilakukan tanpa harus mengganggu orang lain. Menulis adalah salah satu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan yang berhubungan dengan suatu hal, atau sekadar mencurahkan perasaan. Banyak hal di sekeliling kita yang bisa dijadikan sebuah tulisan, entah hanya berupa catatan kecil biasa atau bahkan sampai tingkat yang lebih tinggi atau karya tulis. Sebuah tulisan mampu menyebar dan menerjang ke segala penjuru. Sebuah tulisan ternyata sanggup mengubah dunia, karena dari sanalah terkadang tercetus ide-ide yang menjadi sebuah solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada.
Tulisan terkadang lebih tajam dari sebuah pedang atau lebih dahsyat dari sebuah peluru. Sebuah tulisan mampu menginspirasi siapa saja yang membacanya.  Pada dasarnya, setiap orang memiliki kemampun untuk menulis. Tanpa disadari, semua orang pasti pernah yang namanya menulis catatan. Yang menjadi permasalahan adalah masih banyak yang mengasumsikan bahwa menulis adalah kegiatan yang membutuhkan penalaran maupun analisis yang kuat sehingga pikiran “menulis adalah hal yang tak mudah” menjadi turun-temurun. Faktor-faktor tersebutlah yang menjadi penghambat seseorang untuk berkembang atau meng-explore dirinya. Menulislah tanpa beban, menulislah dengan perasaan senang. Karena tulisan mampu mengubah dunia. Tulisan mampu menjadi jembatan antara kita dan orang lain yang mungkin melalui tulisan kita lah orang-orang banyak mendapat inspirasi dan membuat perubahan-perubahan kecil yang lambat laun dapat menjadi perubahan yang signifikan. Berikut ini adalah para penulis-penulis yang mengubah dunia.
1.      Voltaire dan Thomas Paine: Mengkritisi kemapanan status quo
‘Pena lebih tajam daripada pedang’. Demikian kata Voltaire. Sang pujangga besar Perancis itu, melontarkan quotasi tersebut, ketika Perancis masih berada dibawah cengkaraman ancienne regime, atau masih dibawah sistim Kerajaan, yang dikuasai oleh Dinasti Bourbon. Berbeda dengan Inggris, dimana monarki di negara pulau tersebut hanya sekedar simbol, kekuasaan berada di tangan parlemen, dan kebebasan agama terjamin, di Perancis pada saat itu, hal tersebut tidak ada. Voltaire, yang pernah tinggal di Inggris selama tiga tahun, sangat mengagumi sistim demokrasi di Inggris, dan berharap hal yang sama dapat diterapkan di Perancis. Voltaire menulis, supaya idealismenya mengenai demokrasi dapat terealisir. Tulisan-tulisan Voltaire, seperti l’ingenue, zadig, dan Lettres philosophiques sur les Anglais telah berhasil menginspirasi generasi-generasi yang datang setelah dia. Tokoh-tokoh yang terinspirasi tulisan Voltaire tersebut, yaitu D’Anton, Marat, dan Robespierre, akhirnya menjadi tokoh sentral yang berperan dalam Revolusi Perancis pada 14 Juli 1789, yang berhasil menumbangkan Dinasti Bourbon. Akhirnya, Perancis menjadi republik.
2.      Multatuli: Kritik terhadap praktek kolonial Belanda
Buku ‘Max Havelaar’ karangan Multatuli merupakan salah satu karya klasik dalam kesusastraan Indonesia. Semenjak HB Jassin menterjemahkannya dari Bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia, karya tersebut menjadi salah satu bacaan wajib pada Sastra Indonesia. Tulisan Multatuli di buku tersebut, yang mengkritisi praktek tanam paksa oleh kolonial Belanda, akhirnya pernah difilmkan dan menjadi salah satu sumber pertunjukan teater. Buku Max Havelaar, akhirnya membuka kesadaran para borjuasi Eropa (terutama Belanda), bahwa kekayaan dan kemakmuran yang selama ini mereka nikmati adalah merupakan hasil darah dan keringat dari bangsa jajahan mereka. Akhirnya, buku tersebut menginspirasi para politisi Belanda untuk menggulirkan politik etis, dimana dilakukan semacam ‘balas jasa’ terhadap Indonesia, atas penjajahan yang mereka lalukan selama ini. Balas jasa tersebut, diantaranya adalah akses terhadap pendidikan. Alhasil, menurut Pramoedya Ananta Toer, Max Havelaar adalah buku yang berhasil menghancurkan kolonialisme.
Di era informasi sekarang ini, menulis sudah memiliki media yang sangat berbeda dibandingkan di masa Voltaire, Thomas Paine, atau Multatuli. Imperialisme klasik eropa sudah lama berakhir, dan masalah baru, seperti kesenjangan digital, dan kesenjangan negara kaya-miskin, muncul menghiasi media. Media online, sudah mulai menjadi populer. Bahkan media cetak konvensional akhirnya mengembangkan versi on line dari media mereka. Namun, semangat yang mendasari profesi menulis tersebut masihlah sama. Seorang penulis, diharapkan untuk kritis. Kehebatan seorang penulis, bukan terletak pada popularitasnya, namun lebih pada kekritisan dia, untuk menggali momen yang dapat mengarah pada perubahan komunitas dimana dia hidup. Penulis sekaliber Voltaire, Paine, atau Multatuli sama sekali tidak peduli, apakah karya mereka akan laku secara komersial atau tidak. Yang paling penting, dan ini yang selalu menjadi harapan mereka, adalah karya-karya tersebut selalu dapat menjadi bahan pertimbangan dan inspirasi bagi komunitas mereka maupun generasi sesudah mereka, untuk mengkatalisis suatu perubahan sosial atau budaya, menuju hari esok yang lebih baik.
Cochran (1991:16) menjelaskan bahwa pemahaman literal mencakuprincian yang terdapat teks, rujukan kata ganti, dan urutan peristiwa dalam cerita.Pemahaman literal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kemampuanmengenali kembali dan mengingat kembali informasi yang dinyatakan secaraeksplisit dalam teks. Kemampuan mengenali kembali (recognition) adalahkemampuan mengidentifikasi atau menunjukkan informasi yang dinyatakansecara eksplisit dalam teks. Kemampuan ini mencakup beberapa hal, yaitu:mengenali kembali rincian-rincian, ide-ide utama, urutan, perbandingan,hubungan sebab-akibat, dan karakter tokoh yang dinyatakan secara eksplisitdalam teks. Selanjutnya, kemampuan mengingat kembali adalah kemampuanmengingat kembali informasi yang dinyatakan secara eksplisit dalam teks. Kemampuan ini mencakup: mengingat kembali rincian, ide utama, suatu urutan, perbandingan, hubungan sebab-akibat, dan karakter tokoh yang dinyatakan secara eksplisit dalam teks.
Pemahaman literal menuntut kemampuan ingatan tentang hal-hal tertulis dalam teks.Tingkat pemahaman yang kedua adalah pemahaman interpretatif, yang menurut Hafni (1981) dan Tollefson (1989) sebagai pemahaman reorganisasi dan inferensial. Pemahaman interpretatif adalah pemahaman makna antar kalimat ataumakna tersirat atau penarikan kesimpulan teks. Pemahaman interpretatif merupakan proses memperoleh gagasan-gagasan yang diimplikasikan oleh teks, bukan yang bisa langsung ditemukan dalam teks.
Membaca dan menulis merupakan dua hal yang saling berhubungan antara satu sama lain. Karena sebelum seorang mampu untuk menulis, tentu saja seseorang tersebut harus bisa menjadi seorang pembaca kritis. Berikut ini manfaat membaca bagi keterampilan menulis. Begitu besar manfaat membaca untuk mengasah keterampilan menulis seseorang.
a)      Membaca memperluas wawasan.
b)      Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda.
c)      Membaca membantu kita belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman.
d)     Membaca membuat ide kita melimpah.
e)      Membaca menjadikan otak dan pikiran kita aktif.
f)       Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja.
g)      Membaca membuat jalan pikiran kita menjadi lebih lentur.
h)      Membaca memperkaya kosa kata, pilihan kalimat, dan cara penyajian yang bisa kita pakai dalam menulis.
i)        Membaca membuat kita mampu menganalisa, menghubungkan informasi yang terserak, dan melihat benang merah dari sebuah persoalan.
j)        Membaca membuat kita punya bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali.
Sebuah kata bijak mengatakan, “Bangsa besar adalah bangsa yang menulis”. Berdasarkan kata bijak tersebut tampaknya bangsa Indonesia cukup sulit untuk menjadi bangsa besar. Hal ini dapat dilihat dari budaya tulis (writing culture) bangsa Indonesia yang sangat rendah. “Kehidupan membaca dan menulis merupakan salah satu dari banyak cara untuk mengembangkan intelektual, tetapi di masa lampau kita mempunyai raksasa – raksasa intelektual yang tidak dapat membaca”. “Pendidikan membaca dan menulis harus mengikuti pendidikan tangan, salah satu pemberian yang secara nyata membedakan manusia dan binatang. Adalah takhayul berpikir bahwa pembangunan manusia terlengkap mustahil dilakukan tanpa pengetahuan seni membaca dan menulis. Pengetahuan itu tidak diragukan lagi menambah keanggunan pada kehidupan, tetapi tidak mutlak dibutuhkan bagi moral, fisik atau pertumbuhan jasmani seseorang” (Mahatma Ghandhi).
Ketika Howard Zinn menulis sesuatu tentang Christopher Columbus dalam bukunya, Howard mulai mendapatkan surat dari seluruh negeri . Howard menemukan bahwa sebagian besar surat ditangani dengan bab pertama buku , yang tentu saja membuat Howard sangat curiga. Dia menolak untuk menerima atau percaya bahwa orang hanya membaca bab pertama. Sebaliknya , dia menyimpulkan bahwa semua surat tentang bab pertama karena itu adalah menjengkelkan untuk mereka yang dibesarkan di Amerika Serikat yang belajar tentang Columbus pahlawan, Columbus penemu besar, Columbus pembaca Alkitab yang saleh. Untuk membaca tentang Columbus sebagai pembunuh, penyiksa, penculik, seorang mutilator orang pribumi, munafik, orang yang tamak mencari emas, bersedia untuk membunuh orang dan mencincang orang itu mengejutkan.
Christopher Columbus lahir di Genoa ( terletak di Italia saat ini ) pada tahun 1451 untuk Domenico Colombo, kelas menengah wol - penenun, dan Susanna Fontanarossa. Meskipun sedikit yang diketahui tentang masa kecilnya, jelas bahwa ia terdidik karena ia mampu berbicara beberapa bahasa sebagai orang dewasa dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang sastra klasik. Selain itu, ia mempelajari karya-karya Ptolemy dan Marinus untuk beberapa nama. Christopher Columbus dikenal sebagai penemu benua Amerika dan dipandang sebagai pahlawan eksplorasi abad pertengahan oleh banyak sejarawan masa kini. Namun banyak buku teks gagal mengungkapkan berbagai fakta bahwa ia adalah seorang maniak genosida yang mencetuskan apa yang mungkin menjadi kasus terburuk genosida yang dilakukan satu bangsa manusia terhadap bangsa yang lain.
Terobsesi menemukan rute perjalanan laut ke Asia dan Timur Jauh, Columbus dengan kapal 'Enterprise Hindia' pada tahun 1492 berlayar ke laut lepas, dengan dukungan keuangan dari Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari Spanyol. Namun, bukannya menemukan daerah perdagangan kaya di Timur, Columbus dan krunya menemukan Dunia Baru yaitu Amerika, dan segera mulai menundukkan dan membunuh penduduk setempat dan menghapus kekayaan besar dari tanah tersebut. Sebuah koloni kecil segera didirikan di Hispaniola yang terdiri dari tiga puluh sembilan krunya, sisanya kembali ke Spanyol dengan Columbus bersama dengan emas, rempah-rempah dan penduduk asli diambil sebagai budak untuk diberikan sebagai hadiah bagi pelanggan kerajaan. Akibat kekejaman pemerintahan bangsa Eropa terhadap suku asli, ribuan Indian melakukan bunuh diri massal dengan meminum racun yang terbuat dari singkong (cassava). Banyak orang tua membunuhi bayi mereka untuk melepaskan mereka dari penderitaan hidup di bawah kekuasaan Spanyol.
Salah seorang anak buah Columbus, Bartolome De Las Casas, merasa sangat bersalah atas kekejaman brutal Columbus terhadap penduduk asli, ia berhenti bekerja untuk Columbus dan menjadi seorang imam Katolik. Ia menggambarkan bagaimana orang-orang Spanyol di bawah komando Columbus memotong kaki anak-anak yang lari dari mereka, untuk menguji ketajaman pisau mereka. Menurut De Las Casas, para pria membuat taruhan siapa yang, dengan satu sapuan pedangnya, bisa memotong seseorang menjadi dua. Dia mengatakan bahwa anak buah Columbus 'menuangkan air sabun mendidih diatas orang-orang. Dalam satu hari, De Las Casas pernah menjadi saksi mata tentara Spanyol memotong-motong, memenggal, atau memperkosa 3000 orang asli. "Inhumanities tersebut dan barbarism itu dilakukan di depan mataku seperti umur tidak bisa paralel," tulis De Las Casas. "Mataku telah melihat tindakan ini begitu asing terhadap sifat manusia yang sekarang saya gemetar saat aku menulis." Sepulang dari amerika, Columbus dan anak buahnya menyebarkan penyakit sipilis ke eropa, sebaliknya orang eropa menyebarkan penyakit smallpox ke orang Indian.
Karena penemuannya, Columbus sering dihormati di daerah-daerah di seluruh dunia , tetapi terutama di Amerika dengan namanya di tempat-tempat (seperti District of Columbia) dan perayaan Columbus Day setiap tahun pada hari Senin kedua di bulan Oktober. Meskipun ketenaran ini bagaimanapun, Columbus bukan orang pertama untuk mengunjungi Amerika.  Kontribusi besar Nya untuk geografi adalah bahwa ia adalah yang pertama untuk dikunjungi, menetap, dan tinggal di lahan-lahan baru, secara efektif membawa area baru atau dunia ke dalam garis depan dari pemikiran geografis waktu. Jauh sebelum Columbus, berbagai masyarakat adat telah menetap dan menjelajahi berbagai wilayah Amerika. Selain itu, penjelajah Norse mengunjungi bagian dari Amerika Utara. Leif Ericson diyakini telah orang Eropa pertama yang mengunjungi daerah dan mendirikan pemukiman di bagian utara Kanada Newfoundland sekitar 500 tahun sebelum kedatangan Columbus.
Tentu saja tidak perlu diragukan lagi yang pertama kali datang menemukan benua Amerika adalah nenek moyang asli bangsa Amerika. Mereka mungkin menyeberang ke Amerika melalui Rusia dan Alaska sekitar 12.000 tahun yang lalu. Diskusi penemuan benua Amerika oleh orang-orang Eropa, Afrika, atau Asia, sebenarnya adalah penghinaan terhadap sejarah masyarakat asli benua tersebut. Keberanian dan sejarah mereka sangat tidak dihargai dan tidak dinilai apabila teori Columbus sebagai penemu benua Amerika adalah fakta yang hakiki. Columbus hidup di zaman dimana orang-orang berasumsi bahwa bumi ini datar. Padahal sejak lama Aristoteles dan Pythagoras mengeluarkan sebuah teori bahwa bumi itu berputar. Demikian juga di masa kejayaan Islam (750-1100-an M) ilmuwan-ilmuwan Islam meyakini bumi itu bulat.
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa menulis bisa menjadi salah satu akses untuk mengubah dunia. Buku merupakan sumber ilmu, jalan kita untuk mendapatkan pengetahuan tentang banyak hal. Membaca adalah kunci untuk kita mendapatkan ilmu pengetahuan dari buku tersebut. Dengan banyak menulis dan membaca buku, kita dengan tidak langsung dapat mempengaruhi pemikiran pembaca tentang suatu ilmu pengetahuan. Seperti  Howard Zinn, dia adalah seorang yang gemar membaca sehingga dengan pengetahuannya dia dapat menulis sebuah buku yang dapat merubah pemikiran banyak orang tentang cerita Columbus penemu Amerika. Dia tidak segan untuk mengungkapkan fakta-fakta yang belum diketahui oleh masyarakat tentang kebenaran Columbus tersebut. Membaca, menulis dan buku adalah tiga akses untuk membuka dan mengubah dunia.



REFERENCES




1 komentar:

  1. pasang fokus tulisan kamu sejak kalimat pertama. Memang menarik membaca 15 par pertama di artikel kamu tapi ternyata itu belum membantu banyak untuk mengkritisi teks Howard Zinn. Apa lalu keterkaitan antara sejarah dan praktik literasi?

    BalasHapus

a space for comment and critic