We are simple, but no simple impact. Proudly Presents, PBI C 2012. Happy Reading!

Course: Writing and Composition 4

Instructor : Lala Bumela

This website created by : College student from The State Institute of Islamic Studies Syekh Nurjati Cirebon, The Dapartment of English Education 2012.


widgets

Senin, 17 Maret 2014

Class Review 6: Thesis Statement dan Kawan-Kawannya Dalam Naungan Esai


Mahasiswa bahasa akan sangat berteman akrab dengan teks dan cara memproduksi teks.  Salah satu pembahasan kali ini masih berhubungan dengan aspek pembentuk teks, khususnya esai.  Thesis statement, itulah pembahasan kali ini.  Namun mempelajari thesis statement akan terlihat mustahil apabila tidak mengetahui aspek-aspek lain dalam menulis sebuah karya tulis.  Paragraf dan unsur-unsur penyusunnya, juga hal-hal seperti coherence, cohesence, dan unity haruslah dipahami terlebih dahulu sebelum beranjak lebih jauh guna mempelajari thesis statement.
Mata kuliah pada semester ini bukanlah hanya sekedar writing biasa, akan tetapi academic writing yang notabene lebih sulit dan menantang.  Akan mustahil bagi mahasiswa guna menulis sebuah academic writing tanpa mengetahui paragraf yang baik itu seperti apa.  Menurut Cynthia A.Boardman dalam bukunya Writing to Communicate paragraf is the basic unit of academic writing in English.  Memang benar, hal ini dikarenakan semua jenis teks seperti esai, laporan, penelitian akan bergelut dengan paragraf.  Masih dalam buku Writing to Communicate, paragraf akan memiliki sebuah kalimat yang mengenalkan topic atau gagasan utama dari paragraf tersebut, kalimat tersebut dikenal dengan istilah topic sentence.  Ketika ada Topic Sentence maka akan ada pula kalimat-kalimat yang mendukung dan menjelaskannya, itulah yang disebut sebagai supporting sentence.  Paragraf akan ditutup oleh concluding sentence, yaitu kalimat penutup yang mengingkatkan pembaca mengenai gagasan utama dalam paragraph (Cynthia A.Boardman 2008: 21).
Topic sentence pun dibagi menjadi dua bagian.  Pertama terdiri dari topic itu sendiri, yaitu pokok pembicaraan dalam paragraf.  Kedua adalah controlling idea yang berfungsi untuk membatasi topic dan menjelaskan bagian dari topic yang akan dipaparkan (Cynthia A.Boardman 2008: 22).
New York        has a great entertainment
     Topic                                  Controling idea

Hubungan topic sentence dengan penulisan acaedemic writing adalah keharusan topic sentence yang logis.  Kelogisan sudut pandang dari topic sentence dapat dilakukan dengan dua cara.  Pertama adalah biasanya topic sentence merupakan pendapat dari penulis yang tentunya mudah untuk lebih dijabarkan lagi melalui supporting sentence.  Kedua adalah dengan cara membagi topic ke beberapa bagaian. 
The company’s Haloween party has a bore, as usual (writer opinion)
Ramadhan has three important days within the month of fasting (divide the topic)

Supporting sentence pun tidak dapat disusun dengan sembarang kata, terdapat tiga cara untuk menuliskan supporting sentence.  Pertama dengan menuliskan fakta menenai topic sentence.  Kedua mendukung topic sentence dengan menuliskan contoh-contoh.  Ketiga adalah dengan ilustrasi.
Sama halnya dengan dua unsur paragraf sebelumnya, concluding sentence pun dapat dituliskan dengan beberapa cara.  Terdapat dua cara untuk penulisannya.  Biasanya concluding sentence adalah paragraf yang menuliskan atau menjelaskan kembalai gagasan utama dalam paragraf, namun dituliskan dengaan cara dan jalan yang berbeda.  Selian itu, cara selanjutnya adalah dengan cara meringkas hal-hal penting dalam supporting sentence.
Setelah mengetahui paragraf dan unsur-unsur didalamnya, maka langkah selanjutnya adalah mempelajari tata cara penulisan yang baik dan benar sesuai peraturan academic writing.  Kurang lebih terdapat tiga aspek yang harus dipahami betul oleh setiap penulis ketika ia hendak menggoreskan tulisannya.  Coherence, cohesion, dan unity.
Pembahasan pertama akan menyentuh aspek coherence terlebih dahulu.  Coherence itu sendiri merupakan penusunan kalimat dalam paragraf secara teratur dan tentunya bertujuan agar pembaca mudah memahami teks bacaan.  Menurut Cynthia A.Boardman dalam bukunya Writing to Communicate, penyusunan kalimaat akan bergantung pada tipe dari paragraf, dimana terdapat tiga jenis tipe paragraf berdasarkan buku ini.  Pertama adalah narrative, yaitu ketika teks menceritakan cerita.  Descriptive, yaitu ketika paragraf menggambarkan sesuatu.  Lalu terdapat juga expository yang menjelaskan sesuatu hal dalam paragraf.  Jadi dengan kata lain peran coherence akan berbeda di setiap jenisnya.  Coherence dalam narrative akan bersentuhn dengan kronologi waktu, jika tidak demikian maka pembaca akan kebingungan.  Sedangkan untuk descriptive akan berbeda.  Coherence dalam paragraf tipe ini akan menuntut penulis agar bisa menggambarkan suatu objek lewat tulisan, sehingga pembaca dapat membayangkan seperti apa objek yang dimaksudkan teks.  Tipe paragraf yang terakhir yaitu expository akan berkutit dengan alasan-alasan dan alasan-alasan tersebut termasuk pendapat dari penulis sendiri.
Penulisan sebuah paragraf atau teks akan maksimal ketika bukan hanya coherence yang tersentuh tetapi juga cohesion.  Cohesion adalah ketika keterkaitan antar satu support sentence dengan yang lainnya.  Macam-macam cohesion pun sangat banyak, dan sudah dipelajari sejak zaman sekolah.  Seperti halnya connectors, definite articles, personal pronoun, dan demonstrative pronouns.
Unity akan membuat sebuah tulisan akan lebih fantastis dan pembaca tidak akan kesulitan dan bosan untuk membaca sebuah teks.  Hal ini dikarenakan ketika coherence dan cohesion sudah tersusun rapih namun unity tidak dimiliki maka gagal semua keringat penulis.  Unity adalah sebuah keharusan yang harus dimiliki semua teks untuk berhubungan dengan topic tersebut atau dapat dikatakan dalam satu kesatuan topic.  Itulah mengapa pentingnya unity yang berperan sebagai senjata pamungkas guna menciptakan karya menarik.
Bumbu-bumbu penyedap rasa telah di taburkan dalam paragraf-paragraf di atas.  Kali ini adalah saatnya dimana makaanan utama dihidangkan, yaitu thesis statement.  Penjelasan diatas adalah syarat unutk memahami materi mengenai thesis statement, maka dengan kata lain setelah pembahasan di atas mahasiswa berpeluang besar untuk mendapatkan pemahaman maksimal tentang thesis statement ini.
Thesis statement akan erat kaitannya dengan penulisan esai, karena esai ditulis dengan thesis statement sebagai pemandunya.  Dengan kata lain thesis statement sesuatu paling penting dalam esai, dapat dikatakan thesis statement adalah gagasan utama untuk seluruh penulisan dalam esai.  Jadi, seluruh paragraf dalam esai terutama body paragraf haruslah mendukung thesis statement tersebut (Cynthia A.Boardman 2008: 84).
Selayaknya topic sentence yang dibentuk oleh unsur-nsur didalamnya, thesis statement pula disusun oleh unsur-unsur didalamnya.   Unsur tersebut seperti layaknya dua unsur pembentuk topic sentence, yaitu topic dan controlling idea.  Topic dalam thesis statement adalah subject didalm esai, sedangkan controlling idea merupakan ide penulis mengenai topic dalam thesis statement tersebut. 
Selain kedua hal tersebut, ternyata thesis statement mempunyai komponen lainnya.  Komponen tersebut disebut sebagai predictor.  Predictor memudahkan pembaca untuk mengetahui berapa jumlah body paragraf yang akan dituliskan dalam esai.
The movie  was a joy to watch because of   its visual effects, surround sound, and actors.
Topic                              controlling idea                                                               the predictor

Dari contoh di atas maka pembaca dapat memprediksikan jumlah body paragraf dala esai hnya dari predictor.  Body paragraf akan membahas tiga hal, yaitu visual effects, surround sound, dan actors.  Pembaca akan tahu hal tersebut karena adanya the predictor.
Menurut Cynthia A.Boardman dalam buku yang sama yaitu Writing To Communicate menjelaskan syarat-syarat sebuah thesis statement.  Berikut adalah syarat-syarat yang diungkapkan oleh Cynthia A.Boardman:
·   Haruslah berbentuk sebuah pernyataan, bukan pertnyaan.
· Haruslah merupakan kalimat lengkap yang terdiri dari subject dan kata kerja, juga  menggunakan tenses yang benar.
·   Haruslah dalam bentuk pendapat, bukan fakta. 
·   Haruslah terdiri dari topic dan controlling idea








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

a space for comment and critic