We are simple, but no simple impact. Proudly Presents, PBI C 2012. Happy Reading!

Course: Writing and Composition 4

Instructor : Lala Bumela

This website created by : College student from The State Institute of Islamic Studies Syekh Nurjati Cirebon, The Dapartment of English Education 2012.


widgets

Jumat, 30 Mei 2014

GOOD WRITING COMES FROM GOOD READING


Class Review 12

            Lelah memang lelah. Harapan istirahat sejenak tidak bisa dinikmati malam ini karena ternyata malam ini kami harus merevisi paper sekaligus menulis class review. Sungguh berita yang sangat mengejutkan. Malam ini akan menjadi malam yang sangat melelahkan namun juga sangat mengesankan karena akan menambah wawasan kami karena kami diharuskan untuk lebih banyak membaca artikel-artikel yang terkait dengan paper yang kami buat.
            Tanpa disadari, kami sedang mempraktekan literasi sebagai keahlian atau literacy as a skill. Karena memang seharusnya permasalahan Papua Barat ini diberikan atau dibahas dalam pelajaran Sejarah, bukan ditujukan untuk anak-anak bahasa seperti kami. Tapi saya pribadi begitu  menyukai topik yang pak Lala berikan ini karena selain menambah ilmu pengetahuan, dengan membahas topik ini dan mendalaminya, kami bisa menilai bagaimana di Papua, peran pemerintah, peran negara asing, dan sebagainya. Dengan membahas  topik ini juga, mampu menambah dan memperkuat jiwa nasionalisme kita sebagai warga negara Indonesia yang patuh dan taat pada negara.
            Dalam a process view of writing, tulisan yang kami buat harus:
1.      Problem solving
Tulisan yang kami buat haruslah bisa memecahkan masalah yang kami bahas dalam paper. Menurut Ken Hyland, problem solving terdiri dari dua point yaitu invention strategies dan extensive planing. Untuk menulis atau membuat teks argumentatif, kita harus mencari data-data yang akurat kemudian membutuhkan waktu yang lama untuk memproduksinya. Tidak bisa teks argumentatif dibuat dan diselesaikan hanya dalam semalam.
2.      Generative
·         Discover
·         Explain
3.      Recursive
4.      Collaborative
5.      Developmental
Untuk memenuhi  syarat tulisan argumentative yang luar biasa, kami diharuskan untuk banyak membaca artikel-artikel dan buku-buku. Karena sesuai dengan pendapat Lehtonen bahwa a good writing berasal dari a good reading. Jadi agar tulisan kita bisa bagus serta memuat informasi yang bisa membuka mata khalayak dan pandangannya terhadap sesuatu, kita terlebih dahulu harus menjadi good reader yang akan menjadi a good writer.
            Ketika pak Lala menanyakan kepada kami “ada hubungannya tidak Freeport dan lengsernya presiden Soekarno?”. Dan ternyata memang ada hubungannya. Bermula dari memburuknya hubungan Soekarno dengan Belanda, disusul dengan usaha pembunuhan atas Soekarno (Soekarno menuduh Belanda sebagai dalang usaha pembunuhan atas dirinya), Soekarno mengeluarkan kebijakan nasionalisasi aset kemudian menyita semua kepemilikan usaha Belanda. Tentu kebijakan ini merugikan kepentingan bisnis Amerika, palagi salah satu perusahaan Amerika, Freeport Sulphur Company, sudah teken kontrak untuk mengeksplorasi kekayaan alam.
            CIA tidak tinggal diam, setelah gagal membentuk pemerintahan pro-Barat melalui pemilu tahun 1958, Deputy Direktur Perencanaan CIA, Frank Wisner, menggelar operasi Hike. Operasi yang bertujuan membentuk tentara bayaran. Terdiri dari puluhan ribu warga Indonesia yang dipersenjatai dengan hamparan dapat menggulingkan pemerintahan Soekarno.
            Selain kegiatan paramiliter, CIA juga melancarkan perang psikologis untuk mendiskreditkan Soekarno, seperti menyebar isu bahwa Soekarno telah dirayu oleh seorang pramugari Soviet. Untuk itu, Kepala Keamanan CIA, meminta kepada kepolisian Los Angeles untuk membantu pembuatan film porno untuk melawan Soekarno, seolah-seolah menunjukan Soekarno-lah pelakunya. Pihak lain yang terlibat dalam upaya ini adalah Robert Maheu, Bing Crosby dan saudaranya.
            CIA berusaha mempertahankan keberlangsungan program ini, tapi salah satu ‘tentara bayaran’ tertangkap saat akan melakukan pemboman. Semua bukti menjurus kepada keterlibatan CIA tak terbantahkan. Namun CIA tetap mengelak. Soekarno tidak gentar, dia menggalang semua kekuatan yang setia kepadanya dan menghancurkan semua pemberontakan yang didukung oleh CIA.
            Ketika masa pemerintahan John F. Kennedy, Amerika punya kebijakan lain. Dasar pijakannya adalah Kennedy berpandangan bahwa akrabnya Soekarno dengan komunis lebih disebabkan karena Soekarno membutuhkan bantuan senjata dan ekonomi. Bukan karena   Soekarno memang seorang komunis. Terbukti pada tahun 1948 Soekarno memadamkan pemberontakan komunis. Bahkan Departemen Luar Negeri di Amerika Serikat mengakui bahwa Soekarno lebih nasionalis ketimbang komunis.
            Namun sengketa Irian Barat menimbulkan dilema bagi Amerika. Satu sisi Belanda adalah sekutu dekat, disisi lain Amerikapun tengah berusaha menggandeng Indonesia.  Akhirnya, Kennedy menekan Belanda dibelakang layar untuk mundur dari Irian Barat. Belandapun mundur. Mundurnya Belanda membuat perjanjian kerjasama Freeport dengan East Borneo Company mentah kembali. Freeport semakin marah begitu mengetahui Kennedy juga akan memberikan bantuan sebelas juta dollar kepada Indonesia.
            Menurut banyak pihak, peristiwa pembunuhan Kennedy tidak lepas dari kebijakan-kebijakan Kennedy yang tidak mewakili kepentingan kaum globalis. Hingga pada masa Johnson mengurangi program bantuan atas Indonesia. Salah seorang tokoh dibelakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C. Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport (perusahaan yang gagal mengeksplorasi Papua) yang terpukul dengan kebijakan Soekarno dimana 60% laba perminyakan harus diserahkan kepada Indonesia.
            Augustus C. Long adalah orang yang memiliki pengaruh di Amerika kala itu. Selain dekat dengan CIA dan tokoh globalis berpengaruh, Rockefeller, dia juga pernah menjabat polisi strategis dalam pemerintahan Amerika sebagai anggota dewan penasehat inteljen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Dan Long diyakini sebagai salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno. Hingga pada akhirnya Soekarno lengser dan Indonesia dipimpin oleh Soeharto. Tentu saja peristiwa ini terjadi atas rekayasa Amerika.
            Naiknya Soeharto ke tumpuk pimpinan membuat Freeport Sulphur Company bernafas lega. Ketika UU No. 1/1967 tentang penanaman modal asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss dan didektekan oleh Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto adalah Freeport Sulphur Company.
            Jadi kesimpulannya adalah didalam sebuah argumentative essay harus mengandung lima point penting yang harus diperhatikan oleh kami. Selain itu, Lehtonen mengatakan bahwa tulisan yang bagus adalah berasal dari proses membaca yang baik pula. Oleh karena itu, kami ditekankan untuk lebih banyak membaca artikel-artikel atau buku sumber mengenai apa yang akan ditulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

a space for comment and critic