We are simple, but no simple impact. Proudly Presents, PBI C 2012. Happy Reading!

Course: Writing and Composition 4

Instructor : Lala Bumela

This website created by : College student from The State Institute of Islamic Studies Syekh Nurjati Cirebon, The Dapartment of English Education 2012.


widgets

Sabtu, 31 Mei 2014

Don’t Stop to Write



Class review 12


Selasa, 13 Mei 2014, writing class dimulai seperti biasanya pada pukul 10:50 pagi.  Cuaca hari ini sangatlah cerah dan panas tentunya.  Tetapi, energi penuh dari sinar matahari yang menyinari pagi ini sepertinya tidak sejalan dengan stamina kami yang hampir habis dan butuh “refreshing” untuk memulihkan kembali energi kami.  Pagi ini banyak dari kami yang terlihat kelelahan karena harus menyelesaikan beberapa tugas sekaligus yang telah memasuki “deadline” yang telah ditentukan.  Meskipun terlihat masih lelah diraut wajah kami tapi pembelajaran hari ini berjalan dengan kondusif karena kami masih tetap fokus dengan materi yang diberikan pada saat perkuliahan berlangsung.
Perkuliahan hari ini tentu saja dimulai dengan beberapa materi tambahan yang disampaikan oleh Mr. Lala di kelas.  Materi yang hari ini tidak terlalu banyak, hanya sedikit tambahan yang tentunya masih sangat berhubungan dengan hal “writing”.  Proses seseorang ketika menulis akan mencapai beberapa tahapan yang menunjukkan sejauh mana progress dari penulis tersebut.

A process view of writing ((Hyland, 2002: p. 80)
Writing is problem-solving: writers use invention strategies and extensive planning to resolve the rhetorical problems that each writing task presents.
Writing is generative: writers explore and discover ideas as they write.
Writing is recursive: writers constantly review and modify their texts as they write and often produce several drafts to achieve a finished product.
Writing is collaborative: writers benefit from focused feedback from a variety of sources.
Writing is developmental: writers should not be evaluated only on their final products but on their improvement.
Menulis dan membaca adalah suatu kegiatan literasi : bagaimana kita benar-benar menggunakan dalam kehidupan kita setiap hari.  Menulis adalah pemberdayaan pribadi, tetapi menulis juga digambarkan dalam istilah sebaliknya: cacat pribadi mendekati pada illiteracy.  Menurut Scribner dan Cole (1981:236) “literacy is not simply knowing how to read and write a particular script but applying this knowledge for specific purpose in specific context of use”.  Menulis sangat berharga mempertimbangkan peran literasi membantu untuk mengerti bagaimana orang membuat arti dari hidup mereka melalui kebiasaan rutin mereka dalam menulis dan membaca.
Writ 101 adalah mata kuliah pilihan yang mencoba untuk menjadi keduanya, mudah diakses dan berhubungan dengan semua mata pelajaran pokok, keahlian, mengaitkan pengalaman menulis siswa sendiri dengan permintaan pelajaran akademik.  Writ 101 mengorganisir sekitar empat tugas-tugas inti: a narrative, an exposition, an argument and a research paper berdasarkan satu dari tugas-tugas tersebut.  Didalam Writ 101 kita harus melalui beberapa tahap dalam prosesnya.
Process stages in Writ 101
Prewriting: brainstorming, free writing, clustering, topic analysis, organizing, planning
Writing: drafting, unblocking techniques
Editing: cutting deadwood, strengthening sentences, improving style
Rewriting: identifying focus and structure, revising on different levels, peer feedback, adapting text for speaking
Publication: proofreading and polishing, evaluating the final product, publication.

Writing in different genres: RAFT (Role and Purpose, Audience, Focus, Tone)
Holst (1995: 111)
Sebelum memulai untuk menulis, keterampilan penulis dalam kehidupan nyata dipertimbangkan empat pertanyaan penting:
1.      What is the purpose of this piece of writing ?
Ini harus dilakukan dengan fungsi dari menulis dan peran yang penulis adopsi dari tujuan ini.  Contohnya: apakah tujuan ini untuk menjelaskan secara hati-hati dan jelas bagaimana sesuatu bekerja ? Apakah tujuannya untuk mengajak dan mendorong pembaca untuk melakukan beberapa tindakan.
2.      Who am I writing this for?  Melalui analisis calon pendengar kita, kita bisa menjelaskan isi dan fokus pada tugas menulis kita.  Who are my readers? How much do they know already? What will be new to them? What is their attitude to my subject? Once we have a clear sense of purpose and audience, we can then think about more specific aspects of the writing task.
3.      What should this piece of writing look like? This is related to audience and purpose and concerns the format of a piece. Is it a report, a memo, a research paper, a feature article? What conventions of organization and layout should I follow?
4.      How should I sound? What tone should I adopt for this piece?
Tone harus dilakukan dengan resmi dan sikap.

A functional model of writing
• Language is a system for communicating meaning.
• Meanings are organized as texts and have distinctive characteristics depending on their purposes.
• Texts are never completely individual, they always relate to a social context and to other texts.
• Context is realized in texts through conventions of field (what), tenor (who) and mode (how).
• A knowledge of the resources for creating texts allows writers to write more effectively.
• All texts can be described in terms of both form and function, i.e. their organization of elements for making meanings and the purposes that are being served with them.

Advantages of writing in a simulation
Discoursal rehearsal: helps learners establish ways of engaging in spoken and written interaction by simulating real-world events.
Learning to write: provides opportunities to employ genres under realistic conditions.
Rhetorical consciousness raising: promotes understanding of reader needs and of writing as a means of achieving social and persuasive purposes.
Motivated involvement: provides students with reasons for writing based on their target needs and current interests.
Cooperative engagement: requires students to work with others to collect data, exchange information and make decisions.
Learner control: offers learners opportunities to determine their own routes and strategies to achieve the goals established by the simulation.
Real feedback: requires students to respond immediately and authentically to peers’ texts, helping writers to judge the effectiveness of their communication and develop reader sensitivity.
Kesimpulan untuk class review ini yaitu bahwa seorang penulis yang baik lahir dari seorang pembaca yang baik.  Seseorang yang suka membaca akan memperoleh banyak informasi dari kegiatan membaca yang dilakukannya.  Informasi yang diperolehnya tersebut dapat dituangkan kembali kedalam sebuah tulisan.  Menulis dan membaca disini berarti menghubungkan orang satu sama lain dengan cara membawa arti fakta-fakta sosial.  Jadi, menulis merubah dengan konteks dan tidak bisa disaring untuk mengumpulkan teori atau kemampuan teknik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

a space for comment and critic