We are simple, but no simple impact. Proudly Presents, PBI C 2012. Happy Reading!

Course: Writing and Composition 4

Instructor : Lala Bumela

This website created by : College student from The State Institute of Islamic Studies Syekh Nurjati Cirebon, The Dapartment of English Education 2012.


widgets

Jumat, 16 Mei 2014

ACTIVITY IN CLASS (Part 2)


CLASS REVIEW

Disiang hari saat sedang berjalannya mata kuliah writing and composition 4 pada pertemuan yang ke – 13 dalam kelas pembelajaran berjalan seperti biasanya, namun pada saat pertemuan tersebut Mr. Lala Bumela mengatakan bahwa pertemuan yang ke – 14, pertemuan yang terakhir dalam semester 4, akan dilaksanakan keesokan harinya setelah pertemuan yang ke – 13. Hal tersebut menandakan bahwa kami harus menyelesaikan class review beserta revised argumentative essay kami harus bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu malam saja. Seketika kamipun tercengang mendengar hal tersebut dan langsung membuyarkan aktivitas untuk refreshing setelah mata kuliah tersebut. Saat itu pula sudah terbayang dikepala kami akan malam yang sunyi karena mengerjakan tugas sampai larut malam karena tugas yang harus menyelesaikan dua tugas sekaligus dalam waktu satu malam saja. Pada saat pertemuan tersebut, kami mengira bahwa class review yang terakhir dikerjakan adalah class review pada pertemuan yang ke – 12 karena pada pertemuan yang ke – 12 yang dilaksanakan pada tanggal 06  Mei tersebut Mr. Lala Bumela sendiri pun mengatakan kemungkinan bahwa pada pertemuan tersebut menjadi class review yang terakhir di semester 4, namun ternyata dugaan tersebut salah. Keputusan itu diambil mungkin karena Mr. Lala Bumela menduga bahwa hamper seluruh mahasiswa pun mengerjakan tugasnya pada saat waktu yang mendesak. Lupakan tentang kepanikan yang kami rasakan.  Pembelajaran dalam kelas dalam pertemuan yang ke – 13 tetap berlanjut untuk membahas materi “A Process View of Writing”.  
Menulis sebagai suatu proses menuangkan gagasan atau pikiran dalam bentuk tertulis. Menulis sebagai proses berpikir berarti bahwa sebelum, sedang, ataupun setelah menuangkan gagasan dan perasaan secara tertulis diperlukan keterlibatan proses berpikir. Menulis dan proses saat berpikir berkaitan erat dalam menghasilkan suatu karangan yang baik. Dan sebuah karangan yang baik itu sendiri merupakan manifestasi dari keterlibatan proses saat berpikir. Dengan begitu, pada saat seseorang menuangkan sebuah pikiran atau gagasan idenya hal tersebut sangat menentukan dalam lahirnya sebuah karangan yang berkualitas. Tanpa mengikut sertakan proses berpikir rasional, kritis, dan juga proses kekreatifan seseorang, maka hal tersebut akan begitu sulit untuk menghasilkan sebuah karangan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pada saat dalam proses menulis dituntut untuk menuangkan semua pengetahuan yang seseorang ketahui mengenai suatu masalah agar pembaca pun dapat memahami karya tersebut. Dalam process view of writing terdapat berbagai proses atau tahapan didalamnya diantaranya:
1.      Problem solving
2.      Generative
3.      Recursive
4.      Collaborative
5.      Develop mental
Menulis sebagai proses berpikir yang menghasilkan kreativitas berupa sebuah karangan. Karangan tersebut sebagai bukti bahwa seseorang telah melakukan kreativitas melalui serangkaian aktivitas menulis itu sendiri. Rangkaian dari menulis itu sendiri telah disebutkan diatas, seperti dimulai dari problem solving. Dalam tahap problem solving itu terdapat dua proses yang sebaiknya dilakukan pada saat membuta sebuah karangan yaitu seperti invention strategy and extensive planning. Menulis  dalam proses problem solving melibatkan sebagai proses berpikir yang terdiri atas serangkaian tahapan yang dikaitkan dengan pembelajaran, yang berati pada saat proses belajar murid akan dapat menangkap memecahkan masalah (solving the problem) karena pada saat proses tersebut murid menerima materi dari seorang pemateri dan kemudian mengkreasikan materi yang diterima tersebut. Setelah itu, seorang murid pun harus meneliti kembali masalah yang dijabarkan (invention strategy). Yang setelah proses tersebut, muridpun akan dapat memperluas lagi rencana yang hendak dituliskan dalam karyanya (extensive planning). Dalam proses problem solving, akan lebih mudah jika dilakukan pengurutan sejarah (history process). Seperti contohnya singkatnya kongres pemuda 28 oktober 1928 – proklamasi 1945 – jepang menyerah kepada sekutu – perjanjian linggarjati – perjanjian renville – KMB – Indonesia membeli senjata dari Uni Soviet – trikora – new York agreement – pepera. Tahap problem solving inilah yang sedang dilakukan oleh kami.
Dan setelah proses problem solving, proses selanjutnya ialah generative ideas. Pada proses ini seseorang dapat menemukan gagasan baru (discover) setelah mengetahui runtutan peristiwa yang terjadi. Namun, dalam proses ini akan menjadi sangat berat karena harus mengalirkan gagasan yang benar – benar belum pernah diungkapkan sebelumnya. disinilah peran dan manfaat kita dalam mempraktekan literasi karena kita tidak juga untuk mempelajari apa yang harus kita pelajari namun juga mempelajari hal yang lain yang berada diluar dari kewajiban.
Latihan dalam menulis juga diperlukan untuk melatih daya ingat kita. Pengulangan (recursive) dalam menulis dapat dilatih dengan cara constant review, terus – menerus atau tetap mereview informasi yang baru didapat meskipun informasi yang diperoleh sudah cukup.
Collaborative tentu saja sangat diperlukan dalam kegiatan menulis untuk dapat memfokuskan pengaruh yang diterima (focused feedback).
Yang terakhir yakni developmental . Dalam tahap ini akan dapat diketahui bagaimana seseorang berproses dari yang berawal tidak bisa menjadi bisa, atau disebut dengan improvement.  
Menulis sebagai proses berpikir yang terdiri atas serangkaian aktivitas yang fleksibel berkaitan erat dengan aktivitas membaca. Dapat dilihat saat sebelum menulis diperlukan berbagai pengetahuan awal dan informasi yang berkaitan dengan topic pembahasan yang hendak kita tuliskan. Untuk memperoleh informasi, membaca merupakan jalan mudah yang bisa dilakukan. Membaca merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dengan kegiatan menulis yang dibutuhkan juga untuk merevisi hasil karya. Membaca dan menulis sebenarnya saling mendukung satu sama lain.
Melalui ke lima tahapan itu sesorang dapat mengetahui keterbatasannya secara jelas dan sekaligus berupaya untuk meningkatkan kemampuannya secara bertahap dan berkesinambungan.

KESIMPULAN
            Jadi dalam process view of writing terdapat lima proses yang penting, yang dimana kelima proses tersebut sangat berhubungan erat dengan aktivitas membaca yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan sumber – sumber informasi yang akan digunakan dalam membuat sebuah karya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

a space for comment and critic